Selasa, 06 Maret 2012

DPRD Rohil harap pihak Chevron dan masyarakat ukur fakta dilapangan, terkait ganti rugi tanah


BAGANSIAPIAPI,KABARPARLEMENROHIL- Tiga anggota DPRD Rokan Hilir sedang menyaksikan langsung  pengukuran tanah oleh masyarakat dimana lahannya  diganti rugi oleh pihak PT Chevron. Ketiga orang anggota legislative yang terjun langsung kelapangan tersebut diantaranya H.Rasmali,SH, Oulliya, dan Dedi Humadi. Demikian ditegaskan oleh H.Rasmali,SH ketika dihubungi KABARPARLEMENROHIL melalui telepon sellulernya, Selasa (6/3).

Rasmali mengatakan bahwa dirinya sedang melakukan kebenaran ukuran lahan masyarakat yang dibebaskan oleh pihak Chevron di daerah simpang poros kepenghuluan pematang botam kecamatan Rimba Melintang.

Anggota DPRD Rokan Hilit terjun langsung ke lapangan karena masyarakat merasa ukuran luas lahannya yang diganti rugi oleh pihak PT Chevron tidak sesuai dengan ukuran sebenarnya maka masyarakat tersebut melaporkan hal ini kepada anggota DPRD Rohil untuk mediasi penyelesaian. Masyarakat merasa tanah atas nama almarhum H.Tengku Agung tersebut lebih luas dari ukuran menurut Pihak PT Chevron yakni 4,3 hektar yang telah diganti rugi tersebut. 

Rasmali menegaskan setelah diukur ulang dengan disaksikan oleh tiga orang anggota DPRD Rohil yang terjun kelapangan bersama pihak Chevron H.Syamsurizal alias Edo maka lahan tersebut seluas 5,5 hektar. Oleh sebab itu diharapkan pihak PT Chevron dapat menyelesaikan sisa ganti rugi yang belum terbayarkan yaitu 5,5 hektar dikurangi 4,3 hektar yakni seluas 1,2 hektar.

Rasmali menegaskan agar pihak Chevron tidak menyepelekan hal ini. Karena atas laporan masyarakat hal ini belum juga diselesaikan hingga saat ini. Terjadinya dua versi luas ukuran tanah harus diukur langsung oleh kedua belah pihak secara fakta dilapangan disaksikan anggota DPRD Rohil. Dikatakannya dirinya bakal mengkonfrontir kedua belah pihak agar dapat diselesaikan dengan baik. Ditambahkan oleh ketua Fraksi Golkar Plus ini, seharusnya pihak Chevron berterima kasih kepada masyarakat yang mau diganti-rugi lahannya tersebut.


"pihak chevron bakal di konfrontrir. Seharusnya pihak Chevron berterima kasih kepada masyarakat dengan memberikan ukuran tanah yang benar. Hal ini ditekankan agar permasalahan ini cepat selesai,  kalau benar lahan lebih luas agar segera dibayar sisa lahan tersebut,"tandas Rasmali. (andi krc)

Tidak ada komentar: